MAULID NABI SAW
Kelahiran seseorang ke
dunia merupakan sebuah nikmat yang tak terhingga yang harus disyukuri.
Sebagaimana Rasulullah saw mensyukuri hari kelahirannya, dengan
berpuasa. Dalam sebuah hadits disebutkan,
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الْإِثْنَيْنِ
فَقَالَ فِيْهِ وُلِدْتُ وَفِيْهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ
Artinya:
“Rasulullah saw pernah ditanya mengenai puasa hari Senin. Beliau
menjawab, ‘Pada hari itulah aku dilahirkan dan wahyu diturunkan
kepadaku.” (HR. Muslim no. 1977 dalam Hujjah NU)
Perayaan
maulid yang dilaksanakan umat Islam saat ini, walaupun berbeda tata
caranya dengan apa yang dilakukan Rasul, tetapi mempunyai makna yang
sama. Yakni bergembira dan bersyukur atas kelahiran Rasulullah saw,
sebagai sebuah nikmat yang amat besar bagi kita semua, umat manusia.
Kelahiran seseorang ke dunia merupakan sebuah nikmat yang tak terhingga yang harus disyukuri. Sebagaimana Rasulullah saw mensyukuri hari kelahirannya, dengan berpuasa. Dalam sebuah hadits disebutkan,
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الْإِثْنَيْنِ فَقَالَ فِيْهِ وُلِدْتُ وَفِيْهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ
Artinya: “Rasulullah saw pernah ditanya mengenai puasa hari Senin. Beliau menjawab, ‘Pada hari itulah aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku.” (HR. Muslim no. 1977 dalam Hujjah NU)
Perayaan maulid yang dilaksanakan umat Islam saat ini, walaupun berbeda tata caranya dengan apa yang dilakukan Rasul, tetapi mempunyai makna yang sama. Yakni bergembira dan bersyukur atas kelahiran Rasulullah saw, sebagai sebuah nikmat yang amat besar bagi kita semua, umat manusia.